Penyebab penyakit hepatitis B adalah pirus Hepatitis B atau HBV yang berbahaya,dan mudah berkembang
menjadi inpeksi menahun,serta menyebabkan kematian.
GEJALA TIMBULNYA PENYAKIT INI ADALAH :
1. Kurang nafsu makan,lesu,mual muntah,demam dan sering diikuti rasa nyeri pada sendi-sendi dan otot atau
mirip gejala flu.
2. Bisa disebabkan karena penularan melalui darah,air ludah,cairan mani,air seni,tinja, dan berbagai cairan
tubuh penderita.
Mari kita renungkan sloka Weda Parikrama dibawah ini :
Om Dirghsyur bala wrddha cakti karanam,Mrtyunjayam
caswatam,Rogadi-ksaya-kustha-dusta-kalusan candra praba
bhaswaram.
Artinya : Om segala puja untuknya yang selalu jaya atas kematian penyebab umur panjang,kuat dan saktiyang dengan penderitaan dan kemunduran
yang sama dengan lepra merusakkan kekotoran.
Pencegahan penyakit Hepatitis B, dalam konsepsi Hindu telah diajarkan yang tersirat dalam kitab suci Sama Weda yaitu :
1. Yawam-yawam no andhasa pustam pustam pari sarwa wicwa ca soma
saughaba.
2. Indo Yatha tawa stawo yatha te jatha mandhasah ni bishisi
priye sadah.
3. Tarastra mandi dhawati dhara,sutasyanndhasah tarastra mandi
dhawati.
Artinya :
Berikanlah kepada kami macam cairan,berbagai jenis sebagai macam pemberian kesehatan soma
adalah yang memberi gairah kehidupan.
Sebagai engkau dapat hidup kekal berkat cairan itu.Semuanya adalah berasal dariMu.
Cairan yang berasal dari rumput suci memberikan kekuatan dan kesehatan.
Bergerak cepat pemberi kebahagiaan itu,laksana cairan yang mengalir,hendaklah dinikmati dengan baik.Agi akan muka,jika engkau serakah dengan cairan ini,dapat mengakibatkan umur pendek.
Kalau kita renungkan dalam sloka-sloka tadi digambarkan bahwa air soma adalah sejenis cairan yang memberikan kesehatan dan kekuatan,reaksinya sangat cepat dalam tubuh,laksana cairan yang mengalir bila dinikmati sesuai dengan kebutuhan akan berguna bagi tubuh,karena untuk bisa berfungsi secara normal maka tubuh memerlukan bahan makanan dan minuman.Makanan diperlukan untuk pertumbuhan,menggantikan bagian-bagian tubuh yang usang,sera untuk tenaga dan daya tahan tubuh.Oleh karena itu makanan hendaknya mengandung gizi tinggi .
Tetapi jika serakah dapat menimbulkan umur pendek.
Dalam ajaran Hindu telah ditentukan standar kwalitas makanan, yang mempunyai sifat-sifat :
- Makanan yang bersifat Satwika seperti : susu,biji-bijian,buah-buahan,sayuran,gandum,mentega
madu,biji dari buah yang keras,unsur makanan ini yang menyebabkan pikiran menjadi murni
dan tenang.
- Makanan yang bersifat Rajasika seperti : ikan ,telor,daging,pedas, ini dapat menimbulkan nafsu.
- Makanan yang bersifat Tamasika seperti : daging babi,anggur,bawang putih,bawang merah
unsur ini dianggap mempunyai sifat yang mengisi pikiran dengan kemarahan,kegelapan
dan kelemahan atau kemalasan.
Kriteria tentang makanan diatas adalah suatu upaya kita sebagai manusia makan dan minum
jangan sampai berlebihan dosis dari standar yang telah ditentukan,atau mengurangi dari ketentuan yang dibutuhkan,hendaknya disesuaikan dengan kemampuan dan kepentigan tubuh.
Hal inilah kalau penyakit hepatitis B dipandang karena kekurangan gizi atau kurang nafsu makan.
Penyakit Hipatitis B, dipandang dari penularan karena seksual.
Dalam ajaran Agama Hindu untuk melakukan hubungan dengan wanita(perkawinan,)perlu
memperhatikan sloka Nitisastra Sargah V.5 di bawah ini.
Lwiring awala tinggalakena denta,krepanadaridreka reseb awaknya,swaranika mawor drawa kamadhatri,agalak agabdaghrena ya mapungpung.
artinya :
Orang perempuan yang tidak layak diperistri ialah : yang miskin
yang berbau badannya,yang parau suaranya,mengeluarkan darah putih,tidak ada ucapnya,tidak berperasaan dan bodoh.
kalau kita renungkan sloka tersebut diatas, dalam ajaran Agama Hindu,dari sejak akan menikah
sudah memikirkan tentang hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan. Jangan sampai perkawinan biasa menyebabkan penularan suatu penyakit,khususnya penyakit Hepatitis B.
Demikian upaya-upaya untuk pencegahan penyakit Hepatitis B.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar